Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadi Nasabah Bijak dengan Mengenal Modus Penipuan Soceng Agar Uang Kamu Aman di Bank

Kepada Bpk/Ibu Yth. Nasabah kami, nomor rekening Anda mendapat G1RO sebesar Rp. 37.000.000, No. Undi xxxx, info jelasnya silahkan buka link berikut xxxx (url sebuah website)

Itu adalah pesan SMS yang aku dapat dari nomor tak dikenal. Apakah kamu juga pernah mendapatkan pesan serupa? Kalau iya, kita sama. Bukan soal menang undian, tapi kita sama-sama jadi target penipuan.

Jika penerima tergiur lalu membuka linknya, maka penerima akan diarahkan untuk mengisi data diri seperti Nomor Rekening, NIK, PIN, No. HP, dan bahkan kode OTP. Perlu diingat jika data tersebut sangat bersifat rahasia, bahkan pegawai bank pun nggak boleh mengetahui data tersebut, karena bisa disalahgunakan untuk mengambil uang tabungan dalam rekening penerima pesan.

Pernah juga nih, tanteku yang sudah paruh baya, menanyakan hal yang sama. Dan beliau sudah kesenengan mau dapat uang puluhan juta, tapi nyatanya zonk. Untung saja tanteku itu tanya dulu ke aku. Coba kalau enggak, bisa habis uangnya di bank digasak penipu.

Perkembangan teknologi yang pesat, ibarat semua hal dalam genggaman. Fungsi HP sekarang nggak hanya untuk komunikasi, tetapi juga sebagai alat transaksi keuangan, seperti perbankan, belanja online, pembayaran asuransi, pembelian pulsa, bayar listrik, dan lain sebagainya.

Dibalik manfaatnya yang tanpa batas, banyak oknum yang memanfaatkan teknologi untuk melakukan kejahatan siber. 

agar terhindar dari penipuan online

Saking maraknya penipuan online, hingga muncul istilah rekayasa sosial atau social engineering (soceng). Dengan berbagai modus yang memanfaatkan psikologis dan mental korban saat melakukan aksinya. Karenanya kita harus menjadi Nasabah Bijak, untuk mencegah dan membentengi diri dari pelaku soceng ini.

Perlu diingat, bukan sistem bank yang menjadi target, justru soceng memanfaatkan kelengahan psikologis korban dengan mengiming-imingi hadiah, informasi perubahan kebijakan bank, atau tawaran lainnya, hingga membuat korban menuruti instruksi yang mereka perintahkan.

Berbagai Modus Penipuan Online Soceng

Pertama, kamu harus mengenal dulu nih, ciri-ciri soceng agar langsung mengenali jika ada nomor tak dikenal atau oknum yang menargetkan kamu sebagai calon korban.

Contoh penipuan yang aku jabarkan di atas tadi termasuk dalam soceng, yaitu tindakan memperoleh informasi pribadi secara tidak sah. Mereka membuat situs palsu yang mirip dengan situs aslinya, tetapi jika diperhatikan lagi alamat webnya sangat berbeda dengan yang asli.

Dengan informasi tersebut penipu akan menggunakannya untuk mengakses rekening dan memandu nasabah hingga mendapatkan nomor OTP untuk melakukan transfer dan menguras isi rekening korban.

1. Info perubahan tarif layanan bank

modus penipuan online


Penipu berpura-pura menjadi karyawan bank, kemudian menginformasikan perubahan tarif layanan bank seperti biaya transfer, biaya cek saldo beda mesin ATM, biaya tarik tunai, atau biaya administrasi bulanan seperti contoh hoax di atas.

Penipu sampai membuat surat resmi yang dibuat sedemikian rupa sehingga tampak meyakinkan jika surat tersebut memang betul dari Bank BRI, padahal bukan. Jika diperhatikan lagi banyak penggunaan kata yang kurang tepat seperti kata autodebit yang seharusnya autodebet, dan banyak sekali typo dan penggunaan huruf kapital yang nggak tepat. 

2. Menjadi pemenang undian atau giveaway

Seperti yang terjadi padaku di awal tadi, calon korban di iming-imingi hadiah dengan menang undian, kemudian diminta untuk mentransfer pajak atas hadiah tersebut. Tak hanya lewat sms, informasi menang undian dan banyak juga yang berkedok menang giveaway juga di informasikan via WhatsApp, Telegram, dan bahkan DM Sosial Media.

Tak hanya berkedok bank, kini juga marak penipuan berkedok menang giveaway dari artis tertentu.

3. Akun layanan konsumen palsu di sosial media

Sekarang ini mengajukan komplain tak hanya melalui telepon atau datang langsung ke Customer Service di bank, tetapi bisa melalui media sosial. Karenanya banyak layanan yang membuat akun pengaduan layanan di media sosial tak hanya bank, tetapi perusahaan konsumen pun banyak yang menerima keluhan via media sosial.

Nah, hal ini dimanfaatkan oleh penipu dengan membuat akun customer service palsu untuk mengelabui korban. Mereka akan meminta data atau memberikan alamat web tertentu yang dibuat semeyakinkan mungkin jika alamat web tersebut asli. Kemudian seperti yang sudah-sudah, penipu anak menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadinya.

4. Business Email Compromise

Penipu membuat email yang semirip mungkin dengan email asli bank, kemudian memberikan penawaran promo menarik atau instruksi pembayaran. Lagi-lagi mereka memberikan url ke situs web yang sudah mereka siapkan untuk mencuri data pribadi korban.

Biasanya target mereka adalah organisasi bisnis, profesional, atau individu untuk melakukan penipuan keuangan. 

5. Penawaran investasi dengan return yang besar

Investasi dengan return yang besar memang menggiurkan, tetapi hati-hati. Belilah produk investasi yang legal. Agar jika terjadi apa-apa bisa dipertanggungjawabkan.

Pastinya investasi dengan hasil instan dan besar tentu juga memiliki resiko yang nggak kalah besar. 

Hal yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari penipuan online

✅ Selalu kritis dan tingkatkan kewaspadaan dengan semua informasi yang kamu terima melalui SMS, aplikasi pra pesan, sosial media, telepon, dan email.
✅ Jika diperlukan tanyakan ke akun resmi instansi terkait untuk mengonfirmasi informasi yang kamu terima.
✅ Jangan langsung klik, tapi cek ulang alamat web yang diberikan, apakah alamat webnya valid atau tidak.
✅ Perhatikan penulisan dan ejaannya, biasanya penipu menggunakan ejaan yang kurang tepat.
✅ Aktifkan two-factor authentifiaction untuk log in ke semua akun di internet.
✅ Jangan pernah memberikan data pribadi seperti password, PIN, dan kode OTP ke orang lain, bahkan jika itu pegawai bank.
✅ Jangan menggunakan tanggal lahir sebagai PIN.
✅ Jangan menggunakan username dan password yang mudah ditebak.
✅ Ubah Password dan PIN secara berkala.
✅ Gunakan jaringan aman, hindari WiFi publik.
✅ Tingkatkan kesadaran tentang bahaya dan maraknya penipuan online saat mengakses internet.
✅ Jangan asal klik iklan pop up atau link saat kamu berselancar di internet.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur menjadi korban penipuan?

Jika kamu terlanjur menjadi korban penipuan segera buat laporan ke instansi atau bank terkait. Bank BRI juga menerapkan penerimaan dan penanganan laporan penipuan online dengan menyediakan sarana untuk nasabah dengan cara menghubungi akun resmi Bank BRI berikut ini.

CALL CENTER BRI

Akun sosial media resmi Bank BRI: 
1. Twitter : @BANKBRI_ID, @kontakBRI, @promo_BRI
2. Instagram : @bankbri_id 
3. Tiktok : bankbri_id 
4. Youtube : BANK BRI 
5. Facebook : BANK BRI
 
Channel Contact BRI : 
1. Contact BRI : 14017/1500017 
2. Whatsapp (Sabrina) / SMS : 0812-12-14017 
3. Facebook Messenger (Sabrina) : BANK BRI 
4. Email BRI : callbri@bri.co.id

BRI Maksimalkan Penyuluh Digital

Untuk menghadapi maraknya praktek soceng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menerapkan kebijakan manajemen resiko keamanan siber dengan program Penyuluh Digital untuk meningkatkan kesadaran karyawan dan nasabahnya terkait kerentanan siber yang berkembang saat ini.

Penyuluh Digital dikerahkan agar nasabah mendapatkan pendampingan saat mengakses layanan digital. Tugas Penyuluh Digital yaitu mengajak atau mengajari masyarakat yang belum melek layanan perbankan digital sehingga bisa membuka rekening secara digital, melakukan transaksi, dan layanan digital lainnya dengan BRImo.

Selain itu Penyuluh Digital juga memberikan edukasi agar masyarakat lebih waspada dengan kejahatan siber, untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan online.

Selain itu, untuk meningkatkan dan memperluas layanan perbankan branch less hingga ke pelosok negeri. BRI mendorong pertumbuhan laku pandai Agen BRI Link, dan menargetkan jumlahnya mencapai 600.000 agen hingga akhir 2022, yang sampai bulan April 2022 jumlah Agen BRI Link di seluruh Indonesia sudah mencapai 552.709, bertambah 13.004 dari bulan sebelumnya.

BRI membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga Ultra Mikro (UMi) untuk terus bertumbuh dan berkembang dengan melakukan semua transaksi dengan lebih mudah yaitu secara digital.

Transaksi digital, semua bisa dengan BRImo

BRI Mobile (BRImo) adalah aplikasi keuangan digital bank BRI yang berbasis data internet. Nasabah bisa menggunakan BRImo dengan untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Sekarang nggak perlu lagi ya khawatir ketinggalan dompet, karena ada BRImo yang bisa memudahkan transaksi secara cashless dan tentunya lebih praktis. Semua kebutuhan dalam satu aplikasi.



Transaksi seperti pembayaran, transfer, Top Up, cek saldo, dan bahkan tarik tunai, kini lebih mudah dengan aplikasi BRI Mobile (BRImo). Sekarang nggak perlu khawatir lagi ya ketinggalan dompet, karena ada BRImo yang bisa memudahkan semua transaksi secara cashless dan tentunya lebih praktis. Semua kebutuhan perbankan dalam satu aplikasi.

Cara daftar BRImo untuk nasabah lama dan nasabah baru

Untuk kamu nasabah lama atau nasabah baru bisa daftar BRI mobile melalui aplikasi BRImo. Berikut langkah-langkahnya.

Daftar BRImo nasabah lama

  1. Download dan install aplikasi BRImo di Google Play Store atau App Store. 
  2. Buka aplikasi BRImo. 
  3. Pilih Buka Punya Akun.
  4. Pilih Daftar. Isi data diri kamu
  5. Pilih link yang dikirimkan ke melalui SMS. 
  6. Masukkan kode OTP dari email yang terdaftar. 
  7. Sistem akan mengambil video wajah kamu. 
  8. Masukkan kode OTP untuk verifikasi sekali lagi.
  9. Masukkan Username dan Password baru. 
  10. Login dengan username dan password di aplikasi BRImo.

Daftar BRImo nasabah baru

  1. Download dan install aplikasi BRImo di Google Play Store atau App Store. 
  2. Buka aplikasi BRImo. 
  3. Pilih Buka Punya Akun. 
  4. Pilih Buka Rekening. 
  5. Pilih produk tabungan BRI dan kantor BRI terdekat yang mengelola rekening. 
  6. Upload foto e-KTP kamu 
  7. Masukkan data diri termasuk nomor HP dan email. 
  8. Tunggu kode verifikasi melalui SMS
  9. Sistem akan merekam video, foto selfie KTP, dan data diri.
  10. Verifikasi tanda tangan digital dengan kode token. 
  11. Transfer ke nomor BRI Virtual Account untuk setoran awal pembukaan rekening.
  12. Tunggu pemberitahuan lewat email. 
  13. Buat username, password, dan PIN untuk akun BRImo.
Pastikan setelah mendaftar BRImo kamu segera transfer setoran awalnya ya, soalnya kalau enggak sistem akan menghapus rekening kamu dalam waktu tertentu.

Penutup

Nggak bisa dipungkiri, semua memang sedang beralih ke digital dan kita sebagai nasabah mau nggak mau harus mengikuti perkembangan digital. Karena semua produk keuangan sedang dalam proses go digital. Yang bisa kita lakukan adalah harus memproteksi diri agar terhindar dan nggak mudah terjerat oleh para pelaku penipuan online. 

Mereka memang selalu memanfaatkan celah yang ada, tapi dengan terus upgrade literasi digital, kita bisa mematahkan aksi mereka.


Salam,
Ning!




Sumber referensi tulisan:
- https://bri.co.id/lcs/-/asset_publisher/G3x3P8wG7JRn/content/waspada-penipuan-akun-palsu-bri
- https://insight.kontan.co.id/news/ojk-kejahatan-siber-memanfaatkan-kelengahan-nasabah-bukan-menjebol-keamanan-bank
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20220531105954-17-343151/bri-optimalkan-peran-penyuluh-digital-ini-tugasnya
- https://twitter.com/kontakBRI
- https://kiaton.kontan.co.id/news/ini-2-cara-daftar-brimo-atau-bri-mobile-bagi-nasabah-baru-dan-lama
- https://twitter.com/kontakBRI/status/1567349640848371712
- https://bri.co.id/brimo

Posting Komentar untuk "Jadi Nasabah Bijak dengan Mengenal Modus Penipuan Soceng Agar Uang Kamu Aman di Bank"