Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Review Buku] The Boy I Knew From YouTube Karya Suarcani

The Boy I Knew From Youtube adalah buku pertama karya Suarcani yang aku baca. Diksinya yang ringan dan enak dibaca membawaku ke dalam kisah Rai.

Meski bukan remaja lagi, aku sangat menikmati buku ini. Hehe

Yuk, ah. Langsung aja kita talking-talking tentang buku ini.

Blurb Buku The Boy I Knew From Youtube 


Pada hari pertama di SMA, Rai terkejut. Ternyata Pri, pemilik channel Pie Susu, adalah kakak kelasnya. Mereka sering berinteraksi di kolom komentar YouTube, bahkan lanjut ke e-mail.

Pie Susu tidak pernah mengetahui identitas Rai. Video cover lagu-lagu yang Rai nyanyikan di channel Peri Bisu hanya menayangkan sosoknya dari belakang. Itu pun sebatas pundak ke atas. Karena sudah tiga tahun Rai tidak lagi nyaman menampilkan bakat menyanyinya di dunia nyata.

Saat tiba-tiba Rai terpaksa harus tampil lagi di depan umum, Kak Pri bersedia mengiringinya dengan gitar. Persiapan lomba akustik pun menggiring interaksi mereka di dunia nyata. Namun, Rai masih tidak percaya diri. Terutama ketika gosip dan perlakuan tidak menyenangkan atas ukuran tubuhnya kembali mencuat.

Review The Boy I Knew From Youtube 

Dalam buku ini Penulis mengangkat isu body shamming dan self love, yang masyarakat kita kebanyakan masih tabu dan belum aware mengenai hal tersebut.

Bahkan budaya basa-basi kita setiap jumpa teman atau kerabat yang sudah lama nggak ketemu, pasti kalimat pertama yang dilontarkan adalah tentang bentuk tubuh, seperti "eh kok lo gendutan sekarang." atau "eh elo kok kurus banget, lagi banyak pikiran apa gimana nih?"

Atau banyak orang menjadikan bentuk tubuh orang lain sebagai bahan bercandaan. Hal tersebut masih sangat lumrah dan dianggap normal oleh masyarakat kita, apalagi oleh kalangan remaja.

Makanya aku seneng banget, ketika ada Novel Teenlit yang membahas hal tersebut, jika body shamming bisa berdampak sangat buruk untuk mental seseorang, bahkan menghambat dirinya untuk bertumbuh.

Tokoh Rai dalam novel ini struggling dengan bentuk dadanya yang lebih besar dibanding anak-anak seusianya, ketika SMP dia pernah mengalami pelecehan verbal saat sedang ngedance terkait bentuk dadanya yang naik-turun, sehingga membuatnya insecure dengan dirinya sendiri. Karena itu ia berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan bagian tubuhnya itu dengan baju yang kedodoran.

Perjuangan Rai untuk keluar dari rasa insecure ini tentu nggak mudah, ada banyak hal yang harus ia lawan dan hadapi. Bahkan karena hal ini Rai nggak bisa maksimal menunjukkan bakatnya, dan bersembunyi dengan nama channel YouTube Peri Bisu.

Dalam akun tersebut Rai menyanyi tetapi membelakangi kamera, karena ia hanya ingin menyanyi tanpa harus dihakimi soal bentuk tubuhnya.

Di keseharian kita, body shamming nggak hanya berakibat nggak percaya diri, tetapi juga membungkam mimpi-mimpi mereka, bahkan mereka kehilangan momen yang seharusnya bahagia.

Semoga dengan membaca buku ini semakin banyak yang sadar jika body shamming itu sangat merugikan, dan self love itu penting. 

"Kalau kamu kuat, hal yang begini pasti nggak akan bikin kamu down. Nggak akan mempan. Kuncinya cuma satu, sayangi diri kamu sendiri, sayangi tubuh kamu sendiri." - hal. 140

Informasi Buku The Boy I Knew From YouTube

Judul Buku: The Boy I Knew From Youtube
Penulis: Suarcani
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Penyunting: Midya N. Santi
Penyelaras Aksara: Wienny Siska
Desain Sampul: Sukutangan

Posting Komentar untuk "[Review Buku] The Boy I Knew From YouTube Karya Suarcani"