Review Novel Janji Karya Tere Liye

Janji karya Tere Liye adalah novel pertama yang aku baca di tahun 2024 ini. Dan sungguh rasanya beruntung sekali aku berkesempatan membaca novel ini. Kalau kamu sudah pernah membaca novel beliau lainnya yang berjudul Tentang Kamu, pasti kamu juga akan suka dengan novel ini.

Blurb

Novel Janji Tere Liye
Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apa pun, melakukan apa pun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok mau makan apa.

Tapi sesungguhnya di manakah kebahagiaan itu hinggap?
Di manakah hakikat kehidupan itu tersembunyi?
Apakah seperti yang kita lihat dari luar saja?

Inilah kisah tentang janji.

Kita semua adalah pengembara di dunia ini.
Dari hari ke hari. Dari tempat ke tempat lain.
Dari satu kejadian ke kejadian lain. Terus mengembara.

Dan kita pasti akan menggenapkan janji yang satu ini: mati.


Sinopsis Novel Janji Karya Tere Liye

Di sebuah Pondok Pesantren yang dikelola oleh Buya, Hasan, Kahar, dan Baso tinggal. Mereka bertiga merupakan murid yang suka membuat ulah, bikin onar, hingga gurunya pun menyerah menghadapi kenakalan mereka.

Tiga Sekawan ini punya satu tujuan, terus berbuat onar agar mereka dikeluarkan dari sekolah agama yang sama sekali tidak mereka sukai. Tapi Buya tentu tak akan pernah menyerah, karena ayahnya dulu pernah menyerah kepada seorang murid yang bernama Bahar. Satu-satunya murid yang pernah dikeluarkan dari pondok tersebut, dan menjadi satu-satunya penyesalan Ayah Buya. 

Bahar adalah seorang anak yang sangat nakal. Hingga kenakalannya sampai membuat salah satu temannya mening*al. Karena itu dulu ia dikeluarkan dari Pondok. Sekitar 40 tahun yang lalu..

Tapi Ayah Buya, pendiri pondok itu bermimpi aneh setelah Bahar pergi. Ketika di padang mahsyar, dimana jutaan orang berjalan kaki, dengan pasir yang panas, berpeluh, hingga ada yang merangkak. Bahar melewati Buya dengan kereta kencana.

Bahar? Si anak nakal itu?

Tak hanya sekali dua kali mimpi itu datang. Hingga Ayah Buya memutuskan untuk pergi mencari Bahar. Tapi hasilnya nihil.

Kemudian sekarang Buya yang ingin  meneruskan pencarian tersebut,  memberikan tugas pencarian kepada 3 sekawan yang tak kalah nakalnya dengan Bahar.

Tiga sekawan itu menapaktilasi perjalanan Bahar. Awal perjalanan mereka bertemu dengan Bos Acong. Bos Mafia terkuat di wilayah Kota Tua. Kala itu pekerjaan Bahar hanya mabuk, hingga berteman dengan Bos Acong yang juga suka mabuk.

Setiap perjalanan ada pelajaran yang bisa diambil, seperti kata-kata Bos Acong berikut:

"Jangan keliru memahaminya Bahar. Aku tidak membenci agama, aku bahkan masih pergi ke kelenteng. Mereka awalnya takut-takut, jijik melihatku datang. Tapi saat aku menyumbangkan satu koper uang untuk renovasi keneteng itu, mereka tertawa dan ramah semua. Saat aku menambahkan lagi satu koper berikutnya, mereka bilang aku orang suci. Hebat, bukan?" - Bos Acong - Hal. 73

Sungguh fakta yang sering terjadi di masyarakat, tak hanya soal agama, jika orang tersebut berduit sudah pasti akan dielu-elukan, berbanding terbalik ketika orang tersebut miskin.

Tapi meski Hasan, Baso dan Kahar nakal, mereka tidak pernah sekali pun meninggalkan kewajibannya sebagai muslim yaitu sholat 5 waktu. Dan sebuah kebiasaan akan otomatis membentuk refleks tanpa harus berusaha susah payah. Seperti contoh ketika ingin bangun sholat subuh, jika sudah terbiasa pasti akan bangun dengan sendirinya tanpa alarm.

"Nasib, Bibi Li. Di sekolah kami Buya menyuruh murid bangun jam empat subuh teng. Atau terima nasib disiram air dingin. Aku sebenarnya masih ingin tidur, mana kasurnya empuk sekali, tapi bertahun-tahun didisiplinkan, aku bangun begitu saja, refleks. Menyebalkan." Baso mengusap wajah. 

Semakin membuka halaman akan semakin seru dan semakin penasaran

Perjalanannya sangat menarik, banyak sekali kejutan. Aku bacanya kadang sedih, ngakak, kadang nangis juga. Pokoknya penuh dengan plot twist yang nggak bisa ditebak.

Setiap babnya juga memberikan nilai-nilai moral yang disampaikan melalui tokoh Bahar. Sosok yang telah bertobat dan memutuskan untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Sebuah janji yang sudah terlanjur dibuatnya dengan Buya.

Salah satu adegan yang aku suka di novel Janji adalah ini, terjadi percakapan menarik antara Bos Acong yang merupakan seorang pemimpin gangster dan Bahar si pemabuk.

"Astaga! Kau membersihkan selokan?" Bos Acong tertawa. "Aku memberimu kesempatan mengurus gudang beras, kau tukar begitu saja dengan mengurus parit. Pekerjaan buruk itu."

Bahar memelotot. "Itu pekerjaan yang baik."

Bos Acong melambaikan tangan. Meremehkan.

"Tidak semua di dunia ini dinilai menurut versimu." Bahar tidak terima, cegukan.

"Oh ya? Jadi Bagaimana menilainya?"

"Terserah. Tapi membersihkan selokan lebih baik dibanding memberi utang dengan bunga mencekik, lantas memukuli orang lain yang menunggak. Gudang beras itu sama, memaksa semua toko mengambil dari sana, dengan harga yang ditentukan sepihak, jika menolak, pemilik tokonya diancam, dipukuli."

Sosok Bahar ini sangat menginspirasi, di balik sikapnya yang terlihat masa bodoh di luar ia ternyata memiliki empati yang tinggi.

Membaca novel ini sangat menyenangkan untukku, dan nggak berasa tahu-tahu sudah selesai, menikmati lika-liku kehidupan Bahar. Kisah cinta di buku ini bisa dibilang hanya 1%, 95% sepak terjang Bahar akan cobaan kehidupannya, dan 4% adalah kisah 3 sekawan Hasan, Baso, dan Kahar.

Kalau kamu suka baca Tentang Kamu, kamu pasti juga bakal suka dengan Janji.

Tentang Novel Janji Karya Tere Liye

Judul Buku: Janji
Penulis: Tere Liye
Editor: AR
Desain Cover: Indra Bayu
Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
Jumlah halaman: 488 halaman
ISBN: 978-623-97262-0-1
Cetakan ke-9, Mei 2023

12 komentar untuk "Review Novel Janji Karya Tere Liye"

Comment Author Avatar
Wah, Tere Liye emang nggak ada matinya
Selalu bagus novel novelnya
Aku pun baca beberapa
Comment Author Avatar
wah bagus ini. terbitan2023 ya. jadi pengin baca. karya karya Tere Liye memang selalu bagus, kadang menyindirkelompok tertent, menyindir keburukan diri
Comment Author Avatar
Kadangkala, kita kerap menilai sebuah kebaikan hanya berdasarkan "hasil" yaa..
Padahal kemuliaan sebuah pekerjaan terletak pada bagaimana kita melakukannya, which is ini bukan hasil, tapi prosesnya. MashaAllaa~
Tere Liye kalau bikin novel always deep learning banget untuk pembaca.
Comment Author Avatar
Dari sekian novel bang tere liye yang kubaca, novel janji salah satu yang belum kubaca. Inget banget dulu cover awalnya. Jd pengen baca deh
Comment Author Avatar
Membaca tentang perjalanan hidup kadang membuat kita mengerti bahwa tak semua hidup itu berjalan dengan mulus
Comment Author Avatar
Dari sekian novel bang tere liye, novel janji adalah novel yang belum kubaca. Liat review kakak jd pengen baca deh
Comment Author Avatar
Waa menarik banget ini ceritanya, suka dengan karya Tere Liye, belum baca semuanya sih , termasuk yang Janji ini, terima kasih ya Kak
Comment Author Avatar
Wahh aku selalu suka novel2nya tere liye. tp Janji blm pernah baca. aku cek ada e-booknya di play store. segera check out
Comment Author Avatar
premisnya kayak Tentang Kamu yaa. aku terakhir baca buku Tere Liye itu yang cerita si Bujang sama thomas di bedebah di ujung tanduk kayaknya
Comment Author Avatar
Salah satu novel Tere Liye yang paling aku suka selain Tentang Kamu karena banyak pesan didalamnya. Rekomended pokoknya
Comment Author Avatar
belum pernah baca buku yang judulnya ini, kayaknya bagus ya isinya, seperti biasa karangan Tere Liye selalu bikin banyak orang penasaran ya, lumayan juga ya 488 halaman kalau bikin penasaran bisa selesai beberapa hari saja ini, pengen beli juga jadinya
Comment Author Avatar
Tere Liye khas dengan sajian kisah keseharian yang satir, relate banget dengan kenyataan di sekitar kita. banyak pesan moral yang didapatkan setelah membaca novelnya